5 Inspirasi Gaya Mix And Match Hijab Di Bulan Ramadhan

Pasti selama bulan Ramadhan ini, Sahabat disibukkan dengan berbagai macam kegiatan bersama keluarga dan teman-teman sebaya. Entah acara buka bersama, bakti sosial dan juga sahur bersama. Berikut ini ada 5 inspirasi gaya yang bisa sahabat jadikan referensi untuk bergaya saat menghadiri acara selama bulan puasa.

See More »

Anda berada disini: Beranda / FYI Sahabat

Jangan Jadi “Penyakitan” di Usia Produktif Akibat Rokok

FYI Sahabat | 1 Komentar

Sahabat Cewek sudah pernah dengar bonus demografi? Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030 atau dengan kata lain penduduk usia produktif akan membludak dalam 5-15 tahun ke depan. Kalau Sahabat Cewek sekarang berusia 15-17 tahun, maka kamu menjadi bagian dari bonus demografi itu.

Menjadi sehat dan produktif, sepuluh tahun ke depan adalah kondisi yang harus diciptakan sejak saat ini. Menghindari kebiasaan tidak sehat yang bisa menimbulkan penyakit, dengan tidak merokok, menjadi salah satu cara untuk tetap sehat sedari remaja.

Pesan inilah yang juga disampaikan dalam talkshow kampanye “Rokok Merusak Tubuhmu” dan peluncuran Iklan Layanan Masyarakat (ILM) #SuaraTanpaRokok Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan Vital Strategies pada 2 September 2016 di Jakarta.

Banyak fakta dan data terungkap dari narasumber talkshow, antara lain Ir Doddy Izwardy, MA - Director of Public Nutrition, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI,  dan DR Abdillah Ahsan, M.Se – Wakil Kepala Riset Demografi UI, dengan Zivanna Letisha Siregar (Duta Muda Yayasan Jantung Indonesia) sebagai moderator.

Kalau remaja mulai merokok, nanti masuk pasar kerja sudah sakit-sakitan.”, kata Abdillah Ahsan. Ia melanjutkan, “Akan terjadi bencana demografi kalau rokok tidak ditangani sekarang.

Menurutnya, selain ILM perlu ditingkatkan untuk edukasi publik mengenai bahaya rokok, iklan rokok juga perlu dilarang, dan harga rokok dinaikkan.

Harapannya, jumlah perokok di Indonesia tidak terus bertambah. Faktanya, dalam 10 tahun terakhir persentase perokok di Indonesia naik dari 40% menjadi 60% untuk perokok pria, dan naik 1% menjadi 2,7% untuk perokok perempuan.

Data The Tobacco Atlas juga menyebutkan lebih dari 2,7 juta anak Indonesia adalah perokok. Persentasenya 41% anak laki-laki dan 3,5% anak perempuan. Angka di Indonesia ini lebih tinggi dari negara berpendapatan menengah lainnya.

Fakta lainnya, akses remaja terhadap rokok juga sangat dekat. Sekitar 3 dari 5 pelajar perokok umumnya membeli rokok di toko atau warung. Dua dari tiga orang penjual rokok juga tidak menolak para pelajar yang membeli rokok meski mereka masih di bawah umur.

Bahaya Merokok

Pada 2015, lebih dari 217,400 orang Indonesia meninggal akibat penyakit yang terkait dengan rokok. Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, ratusan di antaranya beracun dan berdampak negatif pada organ tubuh. Asap rokok juga berisi 69 bahan karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker.

FYI, merokok 10 batang per hari menurunkan tingkat harapan hidup rata-rata 5 tahun dan meningkatkan risiko kanker paru-paru hingga 20 kali. Merokok kurang dari 4 batang per hari masih memberi risiko 5 kali lipat terkena kanker paru. Belum lagi risiko kematian lebih dari 2,5 kali lipat. Risiko lain dari merokok adalah kepikunan atau dimensia. Ini belum bicara bahaya asap rokok atau terpapar asap rokok yang menimbulkan banyak risiko kesehatan. (WAF)

Komentar :

  • pikabob photo avatar
    Zoey Anderson - 12 / 09 / 2016

    Apakah tidak ada video selama acara talkshow kampanye "Merokok Merusak Tubuhmu" itu berlangsung? Kalau ada bisakah Anda mengirimnya di email saya? Terima Kasih.


Nama
Email
Komentar

Media Sosial

Ikuti kami

Tentang Kami

Komentar Terbaru

Wah...
Nama: Hani di Ayo Belajar Public Speaking!

Penasaran...
Nama: Tuty Queen di Vino G Bastian Jadi Sosok “Family Man”

Apakah...
Nama: Zoey Anderson di Jangan Jadi “Penyakitan” di Usia Produktif Akibat Rokok

Hubungi Kami